PROGRES 6 – SETTING MATERIAL

Setelah melakukan penempatan furniture baru, tahap selanjutnya adalah penyetingan material sesuai dengan konsep dengan tambahan contoh gambar penjelas. Sesuai konsep RUSTIC BALINESE, material yang dipergunakan adalah material yang terdapat di daerah Bali. Berikut merupakan setting material pada kamar Hotel Tijili Seminyak :

A. Bedroom

  • Elemen Bawah ( Lantai ) : Menggunakan material kayu jati berbentuk parket dengan warna coklat muda yang diberi coating. Penggunaan material ini menambah kesan alami pada ruangan
  • Elemen Samping ( Dinding ) : Pada dinding Selatan menggunakan material bata press warna natural yang di exspose, sedangkan pada sisi Utara belakang kasur digunakan material dinding biasa yang ditutupi rangkaian bambu serta ornamen dinding seperti lukisan.
  • Elemen Atas ( Plafond ) : Menggunakan plafond kayu jati yang dicoating pada plafond yang lebih rendah, kemudian pada plafond tengah yang lebih tinggi menggunakan material gypsum finishing cat putih yang diberi ukiran.

8d196fb2-175b-49cc-9996-26b58f3f762a

penjelasan dengan gambar perspektif

B. KM/WC

  • Elemen Bawah  ( Lantai ) : Pada shower room menggunakan material batu koral lepas bertekstur kesat atau tidak licin agar memberi kesan natural, sedangkan lantai sisanya menggunakan material keramik marmer dengan warna krem dan tekstur agak kasar
  • Elemen Samping ( Dinding ) : Menggunakan dinding biasa yang ditutupi wallpaper bergambar batu alam agar menambah kesan alami namun menjaga keselamatan.
  • Elemen Atas ( Plafond ) : Menggunakan material plafond kayu conwood dan difinishing dengan coating.

749067ac-1814-48e4-a246-57d4bf428477.png

penjelasan dengan gambar perspektif

PROGRES 5 – SETTING FURNITURE

Tahap ini merupakan proses peletakan furniture beserta detail tiap furniture.

A. Peletakan Furniture

Berikut merupakan denah peletakan furniture serta potongan ruangan pada Kamar Hotel Tijili Seminyak.

6774133f-5f98-48d9-a1f5-451ddae48a10

denah furniture

potongan ruangan

B. Detail Furniture

Berikut merupakan spesifikasi dimensi & material dari furniture sesuai konsep yang telah diaplikasikan pada Kamar Hotel Tijili Seminyak.

  • Furniture Bedroom

FURNI2FURNI1

  • Furniture KM/WC

FURNI3

PROGRES 4

Konsep “RUSTIC BALINESE” didasari dengan keinginan menampilkan bentuk budaya dan arsitektur interior tradisional Bali secara optimal dengan maksud membuat civitasnya dapat merasakan pesona dan nuansa budaya Bali.

Melalui penjabaran 5W + 1 H, berikut ini penjelasan aplikasi konsep “RUSTIC BALINESE” :

  • What : Konsep ini bertujuan menerapkan bentuk arsitektur interior tradisional Bali pada desain interior hotel
  • Where : Konsep ini menerapkan bentuk arsitektur interior tradisional daerah, yaitu daerah Bali pada interior kamar hotel Tijili Seminyak
  • When : Konsep ini mererapkan bentuk arsitektur interior tradisional Bali pada desain interior hotel masa kini
  • Who : Efek penerapan konsep ini ditujukan pada civitas pengguna ruangan kamar hotel, yaitu wisatawan domestik maupun mancanegara
  • Why : Alasan penerapan konsep ini adalah ingin mengaplikasikan sekaligus melestarikan budaya dan bentuk arsitektur interior tradisional Bali pada bangunan modern masa kini
  • How : Konsep ini diaplikasikan dengan cara mengubah setting material serta tata letak furniture tanpa mengubah dimensi dan bentuk ruangan

Dengan penjelasan diatas maka akan dilanjutkan dengan eksplorasi konsep ”RUSTIC BALINESE” pada obyek observasi

SETTING GEOMETRI

Dalam Setting Geomterti terjadi perubahan pada KM /WC dimana partisi bagian selatan KM / WC dihilangkan sehingga dapat difungsikan sebagai pemandian outdoor.

57a27405-5d8f-458b-b7d7-baa3d1c5bbec

GEOMETRI AWAL

A. Kamar Tidur :

Pada denah awal kamar hotel, dinding sebelah Timur terdapat jendela di ujung Selatan dengan lebar 70 cm, namun pengaplikasian jendela tersebut tidak optimal karena tidak dapat memberikan pencahayaan alami yang cukup ke tempat tidur padahal orientasi ruangan kea rah Timur, arah matahari terbit. Dengan penerapan konsep kamar Rumah Tradisiona Bali yang memberi kesan terbuka, maka akan dilakukan perubahan bentuk elemen samping dan furniture pada sisi Timur agar menjadi lebih terbuka dengan tujuan mengoptimalkan pencahayaan alami. Untuk melindungi privasi pada dinding tersebut dapat dipasang gorden.

B. KM/WC :

Pada KM/WC hotel Tijili ini bersifat tertutup dan berukuran cukup kecil serta terdapat banyak sudut akibat ukuran kolom hotel yang besar sehingga terkedan sempit.  Jika dibandingkan dengan tempat mandi warga tradisinonal Bali Jaman dulu berbentuk pemandian ruang terbuka & menyatu dengan alam. Jadi untuk pengaplikasian konsep dapat dilakukan dengan cara memberikan material alam pada elemen-elemen ruangan serta membuat pencahayaan ruangan menjadi lebih cerah dan terang. Untuk partisi dinding kaca pada shower room dan kaca mati pada dinding pembatas ruangan tetap diterapkan pada konsep ini.

Berikut ini geometri final hasil perubahan bentuk geometri dasar :

6774133f-5f98-48d9-a1f5-451ddae48a10

GEOMETRI FINAL

Dinding ruang tidur pada bagian Timur di rubah dengan penambahan jendela serta kaca mati agar memberi kesan terbuka dan mengoptimalkan view. Kemudian penataan furniture juga berubah dimana lemari pakaian akan dipidah ke dinding sebelah Barat kasur dan meja kabinet akan dipindah ke sebelah Selatan di bawah TV.

APLIKASI PADA ELEMEN INTERIOR

A. KAMAR HOTEL

Eksplorasi konsep pada elemen Kamar Hotel :

  • Elemen Bawah ( Lantai ) : Menggunakan material kayu parket dengan warna natural yang di coating
  • Elemen Samping ( Dinding ) : Menggunakan bata press warna natural yang dicoating pada sisi Selatan kamar serta material bambu pada dinding sebelah Utara kamar
  • Elemen Atas ( Plafond ) : Menggunakan plafond kayu dan dicoating dengan kombinasi ukiran material gypsum di titik tengah plafond kamar

B. KAMAR MANDI HOTEL

Eksplorasi konsep pada elemen KM /WC :

  • Elemen Bawah  ( Lantai ) : Pada shower room menggunakan material batu koral lepas agar memberi kesan natural, sedangkan lantai sisanya menggunakan material keramik marmer dengan warna soft dan teksturn agak kasar
  • Elemen Samping ( Dinding ) : Menggunakan batu alam dengan warna natural.
  • Elemen Atas ( Plafond ) : Menggunakan plafond kayu dan di coating.

 

 

PROGRES 3 :

Konsep : Harmony in Balinese Culture

image_resize.php

A. Latar Belakang

Bali sudah dikenal sebagai tujuan wisata yang sangat populer di mancanegara.  Dengan bertumpu pada  nilai-nilai  Agama, budaya dan adat istiadat, citra dari Bali sebagai daerah tujuan wisata sangat baik, karens juga didukung oleh perilaku masyarakatnya  yang  ramah. Pendukung kebudayaan Bali adalah masyarakatnya yang dikenal sebagai etnik Bali atau orang Bali. Dinas Pariwisata Provinsi Bali (2008: 3) mendefinisikan etnik Bali sebagai sekelompok manusia yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaan, baik kebudayaan lokal Bali maupun kebudayaan nasional.

Rasa kesadaran akan kesatuan kebudayaan Bali ini melahirkan karakteristik khas dari etnik Bali, yang merupakan perpaduan antara tradisi dan agama. Dalam kehidupan sehari-hari, karakteristik khas tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai konsep, aktivitas sosial, maupun karya fisik, seperti ornamen dan bangunan tempat tinggal. Dalam pengertian tempat tinggal, persamaan-persamaan yang menjadi ciri identitas etnik orang Bali mencakup kesamaan sebagai krama desa (warga desa) dari suatu desa pakramanan (desa adat) dengan berbagai aturan yang mengikatnya, yang termuat dalam Awig-awig Desa Pakraman / peraturan tertulis desa adat.

 

B. Permasalahan

Seiring dengan perkembangan jaman, bentuk bangunan di Bali cenderung menghilangkan langgam dan ciri khas dari arsitektur Bali karena mulai mengikuti trend bangunan modern-minimalis. Bangunan dengan gaya minimalis ini cenderung minim akan ornament dan dekorasi.tersebut seperti penggunaan ornament bali dan pepalihan pada bangunan.

Seperti halnya obyek yang saya gunakan yaitu Tijili Hotel Seminyak, meskipun memiliki tema sesuai namanya yaitu Tijili, salah satu motif tradisional Bali yang mewakili Dewi Padi/Dewi Sri; Lambang kemakmuran dan kesuburan, konsep desain interior bangunan ini cenderung menggunakan konsep modern dengan hanya diberi motif tijili di beberapa sisi dinding saja.

Motif tijili

20170214_105717-copy-2

Aplikasi pada obyek

Oleh sebab ini saya berupaya memberikan sentuhan arsitektur tradisional Bali pada desain interior bangunan ini agar lebih menghidupkan kembali arsitektur Bali yang kini mulai tergusur. Diharapkan dengan merombak konsep interior ini bisa mendukung fungsi bangunan sebagai hotel kawasan wisata bisa menjadi lebih baik lagi.

.

C. Solusi

Konsep Harmony in Balinese Culture didasari dengan tujuan membangkitkan kembali budaya Bali dalam desain interior agar civitas yang berada maupun beraktivitas di dalamnya dapat merasakan nuansa dan pesona budaya Bali sehingga dapat menciptakan suasana yang harmonis. Konsep ini dapat diwujudkan dalam bentuk elemen ruang seperti

  • Elemen atas : penutup atap ( plafond ) dapat diberikan arwork lukisan tradisional bali atau menggunakan material kayu daerah
  • Elemen samping : Pembatas ruang dapat dicerminkan dengan material bata merah pres yang di expose atau dinding kayu
  • Elemen bawah : Lantai dapat menggunakan material natual kayu lambisering
  • Furniture mayoritas berbahan dasar kayu yang diberi ukiran bernuansa Bali.
  • Artwork yang dmencerminkan budaya Bali seperti lukisan khas bali, patung dll

Contoh interior desain dengan menggunakan konsep arsitektur Bali :