PROGRES 3 :

Konsep : Harmony in Balinese Culture

image_resize.php

A. Latar Belakang

Bali sudah dikenal sebagai tujuan wisata yang sangat populer di mancanegara.  Dengan bertumpu pada  nilai-nilai  Agama, budaya dan adat istiadat, citra dari Bali sebagai daerah tujuan wisata sangat baik, karens juga didukung oleh perilaku masyarakatnya  yang  ramah. Pendukung kebudayaan Bali adalah masyarakatnya yang dikenal sebagai etnik Bali atau orang Bali. Dinas Pariwisata Provinsi Bali (2008: 3) mendefinisikan etnik Bali sebagai sekelompok manusia yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaan, baik kebudayaan lokal Bali maupun kebudayaan nasional.

Rasa kesadaran akan kesatuan kebudayaan Bali ini melahirkan karakteristik khas dari etnik Bali, yang merupakan perpaduan antara tradisi dan agama. Dalam kehidupan sehari-hari, karakteristik khas tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai konsep, aktivitas sosial, maupun karya fisik, seperti ornamen dan bangunan tempat tinggal. Dalam pengertian tempat tinggal, persamaan-persamaan yang menjadi ciri identitas etnik orang Bali mencakup kesamaan sebagai krama desa (warga desa) dari suatu desa pakramanan (desa adat) dengan berbagai aturan yang mengikatnya, yang termuat dalam Awig-awig Desa Pakraman / peraturan tertulis desa adat.

 

B. Permasalahan

Seiring dengan perkembangan jaman, bentuk bangunan di Bali cenderung menghilangkan langgam dan ciri khas dari arsitektur Bali karena mulai mengikuti trend bangunan modern-minimalis. Bangunan dengan gaya minimalis ini cenderung minim akan ornament dan dekorasi.tersebut seperti penggunaan ornament bali dan pepalihan pada bangunan.

Seperti halnya obyek yang saya gunakan yaitu Tijili Hotel Seminyak, meskipun memiliki tema sesuai namanya yaitu Tijili, salah satu motif tradisional Bali yang mewakili Dewi Padi/Dewi Sri; Lambang kemakmuran dan kesuburan, konsep desain interior bangunan ini cenderung menggunakan konsep modern dengan hanya diberi motif tijili di beberapa sisi dinding saja.

Motif tijili

20170214_105717-copy-2

Aplikasi pada obyek

Oleh sebab ini saya berupaya memberikan sentuhan arsitektur tradisional Bali pada desain interior bangunan ini agar lebih menghidupkan kembali arsitektur Bali yang kini mulai tergusur. Diharapkan dengan merombak konsep interior ini bisa mendukung fungsi bangunan sebagai hotel kawasan wisata bisa menjadi lebih baik lagi.

.

C. Solusi

Konsep Harmony in Balinese Culture didasari dengan tujuan membangkitkan kembali budaya Bali dalam desain interior agar civitas yang berada maupun beraktivitas di dalamnya dapat merasakan nuansa dan pesona budaya Bali sehingga dapat menciptakan suasana yang harmonis. Konsep ini dapat diwujudkan dalam bentuk elemen ruang seperti

  • Elemen atas : penutup atap ( plafond ) dapat diberikan arwork lukisan tradisional bali atau menggunakan material kayu daerah
  • Elemen samping : Pembatas ruang dapat dicerminkan dengan material bata merah pres yang di expose atau dinding kayu
  • Elemen bawah : Lantai dapat menggunakan material natual kayu lambisering
  • Furniture mayoritas berbahan dasar kayu yang diberi ukiran bernuansa Bali.
  • Artwork yang dmencerminkan budaya Bali seperti lukisan khas bali, patung dll

Contoh interior desain dengan menggunakan konsep arsitektur Bali :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s