PROGRESS 8 : SETTING ADDITIONAL / FEATURE & ARTWORK

Artwork pada Bedroom :

Pengaplikasian artwork di bedroom berupa Lukisan yang diletakkan di dinding belakang kasur tepat diantara 2 kasur. Kemudian juga diberikan beberapa tanaman hias sebagai pemanis agar kesan alami di ruangan semakin terasa

M

Artwork pada Toilet

Pada toilet artwork berupa kaca es yang diletakkan sebagai pembatas shower room. Kaca es ini diberikan motif riak air untuk menambah estetika

V

PROGRES 7 – SETTING PENCAHAYAAN

Sesuai dengan konsep “RUSTIC BALINESE” dimana ingin menampilkan kesan arsitektur Bali ke dalam bangunan, berikut ini setting pencahayaan (penempatan lampu & saklar) pada ruangan :

A. PENCAHAYAAN PADA RUANG TIDUR HOTEL

Pencahayaan pada ruang tidur hotel ini mempergunakan 2 jenis pencahayaan buatan yaitu lampu gantung dan lampu down light LED. Warna cahaya lampu yang digunakan adalah warna kuning, dimana warna ini dapat memberi kesan hangat dan cocok jika dipadukan dengan warna dominan kamar yaitu warna cokelat sehingga mampu mendukung penerapan tema.

2017-04-06 19.48.12

Denah Rencana Penempatan Titik Lampu Ruang Tidur Hotel

KETERANGAN :

  • Lampu GantungKayu-pendant-lampu-suspensi-lampu-gantung-modern-cahaya-sangkar-burung-pencahayaan-ruang-restoran-hotel-lampu-desainLampu gantung berjumlah 1 buah tepat di titik tengah ruang tidur. Lampu ini menggunakan lampu LED merk PHILIPS dengan intensitas 9 watt. Lampu ini ditutupi ulatan/anyaman berbentuk sangkar dari bahan stainless steel yang dicat coklat agar menampilkan kesan kayu, sehingga cocok dengan tema dan warna ruangan yang menampilkan kesan tradisional,
  • Lampu Down Light LEDpl1835619-efisiensi_tinggi_4000k_18w_smd_lampu_led_downlight_stasiun_bandaraLampu Down Light berjumlah 2 buah, menggunakan lampu LED merk PHILIPS dengan intensitas 5 watt dan cahaya lampu berwarna kuning untuk memberikan efek kesan hangat pada ruangan. Ini sesuai dengan fungsi ruangan sebagai tempat tidur/beristirahat.

B. PENCAHAYAAN PADA TOILET HOTEL

Pencahayaan pada ruangan Toilet ini menggunakan pencahayaan buatan tanpa pencahayaan alami, yaitu menggunakan 1 buah lampu down light LED dengan intensitas 5 watt serta 2 buah lampu dinding LED dengan intensitas 3 watt dipasang berseberangan. Alasan menggunakan lampu watt kecil adalah karena ukuran ruangan yang cukup kecil. Semua lampu di ruangan ini menggunakan warna putih. Pencahayaan tambahan juga diberikan pada furnitur shower yang diberikan lampu led kecil berwarna biru.

2017-04-06 19.17.48

Denah Rencana Penempatan Titik Lampu Toilet Hotel

KETERANGAN :

  • Lampu Down Light LEDpl1835619-efisiensi_tinggi_4000k_18w_smd_lampu_led_downlight_stasiun_bandara
  • Lampu Dinding

lampu unik, lampu sangkar 06

  • Lampu LED shower

shower-kamar-mandi-unik-dengan-lampu-warna-biru

PROGRES 6 – SETTING MATERIAL

Setelah melakukan penempatan furniture baru, tahap selanjutnya adalah penyetingan material sesuai dengan konsep dengan tambahan contoh gambar penjelas. Sesuai konsep RUSTIC BALINESE, material yang dipergunakan adalah material yang terdapat di daerah Bali. Berikut merupakan setting material pada kamar Hotel Tijili Seminyak :

A. Bedroom

  • Elemen Bawah ( Lantai ) : Menggunakan material kayu jati berbentuk parket dengan warna coklat muda yang diberi coating. Penggunaan material ini menambah kesan alami pada ruangan
  • Elemen Samping ( Dinding ) : Pada dinding Selatan menggunakan material bata press warna natural yang di exspose, sedangkan pada sisi Utara belakang kasur digunakan material dinding biasa yang ditutupi rangkaian bambu serta ornamen dinding seperti lukisan.
  • Elemen Atas ( Plafond ) : Menggunakan plafond kayu jati yang dicoating pada plafond yang lebih rendah, kemudian pada plafond tengah yang lebih tinggi menggunakan material gypsum finishing cat putih yang diberi ukiran.

8d196fb2-175b-49cc-9996-26b58f3f762a

penjelasan dengan gambar perspektif

B. KM/WC

  • Elemen Bawah  ( Lantai ) : Pada shower room menggunakan material batu koral lepas bertekstur kesat atau tidak licin agar memberi kesan natural, sedangkan lantai sisanya menggunakan material keramik marmer dengan warna krem dan tekstur agak kasar
  • Elemen Samping ( Dinding ) : Menggunakan dinding biasa yang ditutupi wallpaper bergambar batu alam agar menambah kesan alami namun menjaga keselamatan.
  • Elemen Atas ( Plafond ) : Menggunakan material plafond kayu conwood dan difinishing dengan coating.

749067ac-1814-48e4-a246-57d4bf428477.png

penjelasan dengan gambar perspektif

PROGRES 5 – SETTING FURNITURE

Tahap ini merupakan proses peletakan furniture beserta detail tiap furniture.

A. Peletakan Furniture

Berikut merupakan denah peletakan furniture serta potongan ruangan pada Kamar Hotel Tijili Seminyak.

6774133f-5f98-48d9-a1f5-451ddae48a10

denah furniture

potongan ruangan

B. Detail Furniture

Berikut merupakan spesifikasi dimensi & material dari furniture sesuai konsep yang telah diaplikasikan pada Kamar Hotel Tijili Seminyak.

  • Furniture Bedroom

FURNI2FURNI1

  • Furniture KM/WC

FURNI3

PROGRES 4

Konsep “RUSTIC BALINESE” didasari dengan keinginan menampilkan bentuk budaya dan arsitektur interior tradisional Bali secara optimal dengan maksud membuat civitasnya dapat merasakan pesona dan nuansa budaya Bali.

Melalui penjabaran 5W + 1 H, berikut ini penjelasan aplikasi konsep “RUSTIC BALINESE” :

  • What : Konsep ini bertujuan menerapkan bentuk arsitektur interior tradisional Bali pada desain interior hotel
  • Where : Konsep ini menerapkan bentuk arsitektur interior tradisional daerah, yaitu daerah Bali pada interior kamar hotel Tijili Seminyak
  • When : Konsep ini mererapkan bentuk arsitektur interior tradisional Bali pada desain interior hotel masa kini
  • Who : Efek penerapan konsep ini ditujukan pada civitas pengguna ruangan kamar hotel, yaitu wisatawan domestik maupun mancanegara
  • Why : Alasan penerapan konsep ini adalah ingin mengaplikasikan sekaligus melestarikan budaya dan bentuk arsitektur interior tradisional Bali pada bangunan modern masa kini
  • How : Konsep ini diaplikasikan dengan cara mengubah setting material serta tata letak furniture tanpa mengubah dimensi dan bentuk ruangan

Dengan penjelasan diatas maka akan dilanjutkan dengan eksplorasi konsep ”RUSTIC BALINESE” pada obyek observasi

SETTING GEOMETRI

Dalam Setting Geomterti terjadi perubahan pada KM /WC dimana partisi bagian selatan KM / WC dihilangkan sehingga dapat difungsikan sebagai pemandian outdoor.

57a27405-5d8f-458b-b7d7-baa3d1c5bbec

GEOMETRI AWAL

A. Kamar Tidur :

Pada denah awal kamar hotel, dinding sebelah Timur terdapat jendela di ujung Selatan dengan lebar 70 cm, namun pengaplikasian jendela tersebut tidak optimal karena tidak dapat memberikan pencahayaan alami yang cukup ke tempat tidur padahal orientasi ruangan kea rah Timur, arah matahari terbit. Dengan penerapan konsep kamar Rumah Tradisiona Bali yang memberi kesan terbuka, maka akan dilakukan perubahan bentuk elemen samping dan furniture pada sisi Timur agar menjadi lebih terbuka dengan tujuan mengoptimalkan pencahayaan alami. Untuk melindungi privasi pada dinding tersebut dapat dipasang gorden.

B. KM/WC :

Pada KM/WC hotel Tijili ini bersifat tertutup dan berukuran cukup kecil serta terdapat banyak sudut akibat ukuran kolom hotel yang besar sehingga terkedan sempit.  Jika dibandingkan dengan tempat mandi warga tradisinonal Bali Jaman dulu berbentuk pemandian ruang terbuka & menyatu dengan alam. Jadi untuk pengaplikasian konsep dapat dilakukan dengan cara memberikan material alam pada elemen-elemen ruangan serta membuat pencahayaan ruangan menjadi lebih cerah dan terang. Untuk partisi dinding kaca pada shower room dan kaca mati pada dinding pembatas ruangan tetap diterapkan pada konsep ini.

Berikut ini geometri final hasil perubahan bentuk geometri dasar :

6774133f-5f98-48d9-a1f5-451ddae48a10

GEOMETRI FINAL

Dinding ruang tidur pada bagian Timur di rubah dengan penambahan jendela serta kaca mati agar memberi kesan terbuka dan mengoptimalkan view. Kemudian penataan furniture juga berubah dimana lemari pakaian akan dipidah ke dinding sebelah Barat kasur dan meja kabinet akan dipindah ke sebelah Selatan di bawah TV.

APLIKASI PADA ELEMEN INTERIOR

A. KAMAR HOTEL

Eksplorasi konsep pada elemen Kamar Hotel :

  • Elemen Bawah ( Lantai ) : Menggunakan material kayu parket dengan warna natural yang di coating
  • Elemen Samping ( Dinding ) : Menggunakan bata press warna natural yang dicoating pada sisi Selatan kamar serta material bambu pada dinding sebelah Utara kamar
  • Elemen Atas ( Plafond ) : Menggunakan plafond kayu dan dicoating dengan kombinasi ukiran material gypsum di titik tengah plafond kamar

B. KAMAR MANDI HOTEL

Eksplorasi konsep pada elemen KM /WC :

  • Elemen Bawah  ( Lantai ) : Pada shower room menggunakan material batu koral lepas agar memberi kesan natural, sedangkan lantai sisanya menggunakan material keramik marmer dengan warna soft dan teksturn agak kasar
  • Elemen Samping ( Dinding ) : Menggunakan batu alam dengan warna natural.
  • Elemen Atas ( Plafond ) : Menggunakan plafond kayu dan di coating.

 

 

PROGRES 3 :

Konsep : Harmony in Balinese Culture

image_resize.php

A. Latar Belakang

Bali sudah dikenal sebagai tujuan wisata yang sangat populer di mancanegara.  Dengan bertumpu pada  nilai-nilai  Agama, budaya dan adat istiadat, citra dari Bali sebagai daerah tujuan wisata sangat baik, karens juga didukung oleh perilaku masyarakatnya  yang  ramah. Pendukung kebudayaan Bali adalah masyarakatnya yang dikenal sebagai etnik Bali atau orang Bali. Dinas Pariwisata Provinsi Bali (2008: 3) mendefinisikan etnik Bali sebagai sekelompok manusia yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaan, baik kebudayaan lokal Bali maupun kebudayaan nasional.

Rasa kesadaran akan kesatuan kebudayaan Bali ini melahirkan karakteristik khas dari etnik Bali, yang merupakan perpaduan antara tradisi dan agama. Dalam kehidupan sehari-hari, karakteristik khas tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai konsep, aktivitas sosial, maupun karya fisik, seperti ornamen dan bangunan tempat tinggal. Dalam pengertian tempat tinggal, persamaan-persamaan yang menjadi ciri identitas etnik orang Bali mencakup kesamaan sebagai krama desa (warga desa) dari suatu desa pakramanan (desa adat) dengan berbagai aturan yang mengikatnya, yang termuat dalam Awig-awig Desa Pakraman / peraturan tertulis desa adat.

 

B. Permasalahan

Seiring dengan perkembangan jaman, bentuk bangunan di Bali cenderung menghilangkan langgam dan ciri khas dari arsitektur Bali karena mulai mengikuti trend bangunan modern-minimalis. Bangunan dengan gaya minimalis ini cenderung minim akan ornament dan dekorasi.tersebut seperti penggunaan ornament bali dan pepalihan pada bangunan.

Seperti halnya obyek yang saya gunakan yaitu Tijili Hotel Seminyak, meskipun memiliki tema sesuai namanya yaitu Tijili, salah satu motif tradisional Bali yang mewakili Dewi Padi/Dewi Sri; Lambang kemakmuran dan kesuburan, konsep desain interior bangunan ini cenderung menggunakan konsep modern dengan hanya diberi motif tijili di beberapa sisi dinding saja.

Motif tijili

20170214_105717-copy-2

Aplikasi pada obyek

Oleh sebab ini saya berupaya memberikan sentuhan arsitektur tradisional Bali pada desain interior bangunan ini agar lebih menghidupkan kembali arsitektur Bali yang kini mulai tergusur. Diharapkan dengan merombak konsep interior ini bisa mendukung fungsi bangunan sebagai hotel kawasan wisata bisa menjadi lebih baik lagi.

.

C. Solusi

Konsep Harmony in Balinese Culture didasari dengan tujuan membangkitkan kembali budaya Bali dalam desain interior agar civitas yang berada maupun beraktivitas di dalamnya dapat merasakan nuansa dan pesona budaya Bali sehingga dapat menciptakan suasana yang harmonis. Konsep ini dapat diwujudkan dalam bentuk elemen ruang seperti

  • Elemen atas : penutup atap ( plafond ) dapat diberikan arwork lukisan tradisional bali atau menggunakan material kayu daerah
  • Elemen samping : Pembatas ruang dapat dicerminkan dengan material bata merah pres yang di expose atau dinding kayu
  • Elemen bawah : Lantai dapat menggunakan material natual kayu lambisering
  • Furniture mayoritas berbahan dasar kayu yang diberi ukiran bernuansa Bali.
  • Artwork yang dmencerminkan budaya Bali seperti lukisan khas bali, patung dll

Contoh interior desain dengan menggunakan konsep arsitektur Bali :

PROGRES 2 : TEORI UMUM DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM

A. Definisi Desain Interior ( Ruang Dalam )

Pengertian desain interior dikemukakan oleh D.K. Ching (2002:46) sebagai berikut:

“Interior design is the planning, layout and design of the interior space within buildings. These physical settings satisfy our basic need for shelter and protection, they set the stage for and influence the shape of our activities, they nurture our aspirations and express the ideas which accompany our action, they affect our outlook, mood and personality.The purpose of interior design , therefore, is the functional improvement, aesthetic enrichment, and psychological  enhancement of interior space.”

Definisi di atas menjelaskan bahwa desain interior adalah sebuah perencanaan  tata  letak  dan  perancangan  ruang  dalam  di  dalam  bangunan. Keadaan   fisiknya   memenuhi   kebutuhan   dasar   kita   akan   naungan   dan perlindungan, mempengaruhi bentuk aktivitas dan memenuhi aspirasi kita dan mengekspresikan gagasan   yang menyertai tindakan kita, disamping itu sebuah desain interior juga mempengaruhi pandangan, suasana hati dan kepribadian kita.Oleh  karena  itu  tujuan  dari  perancangan  interior  adalah  pengembangan fungsi, pengayaan estetis dan peningkatan psikologi ruang interior.

Sedangkan menurut J. Pamudji Suptandar dalam bukunya yang berjudul desain interior ( 1999 : 11)  Desain interior adalah karya arsitek atau disainer yang khusus menyangkut bagian dalam dari suatu bangunan, bentuk-bentuknya sejalan perkembangan ilmu dan teknologi yang dalam proses perancangan selalu dipengaruhi unsur-unsur geografi setempat dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang diwujudkan dalam gaya-gaya kontemporer.

Dari   pengertian   di   atas,   dapat   dirumuskan   bahwa   desain   interior merupakan seni dan ilmu untuk memahami kebiasaan orang di dalam ruang dengan tujuan untuk menciptakan ruang yang fungsional didalam struktur bangunan yang dirancang oleh seorang arsitek.

 

B. Elemen-elemen desain :

Ruang adalah unsur yang paling dasar dan memiliki berbagai aspek seperti dimensi panjang, lebar, lebar, ketinggian ruangan.

Denah lantai kamar memiliki bentuk seperti oval, lingkaran, segi empat, dan sebagainya.

Garis adalah elemen yang selalu hadir dalam sebuah ruangan. Batas antara dua dinding adalah garis. Setiap batas antara dua daerah lain, seperti sudut lemari, selalu dibatasi oleh garis. Wallpaper juga kadang-kadang diterapkan dengan motif garis.

Tekstur dapat dilihat pada berbagai permukaan benda-benda di dalam ruangan. Permukaan benda-benda dapat menunjukkan efek dari bahan-bahan ini, seperti efek lembut, kesan kasar, dan sebaga1inya.

Cahaya. cahaya dapat diterapkan sebagai unsur yang paling penting. Sebuah ruangan dapat dengan mudah dihiasi dengan berbagai efek dengan menggunakan cahaya, misalnya, cahaya yang diterapkan pada dinding dapat membantu membuat dinding tampak menonjol.

Warna. Elemen ini adalah elemen yang paling mudah untuk menjadi titik awal agar memberikan efek yang berbeda di dalam ruangan.

 

C. Elemen Pembentuk Ruang Dalam ( Interior )

Terdapat beberapa elemen pembentuk interior ( ruang dalam ), diantaranya adalah :

Lantai, adalah bidang ruang interior yang datar dan mempunyai dasar yang rata. Sebagai bidang dasar yang menyangga aktivitas interior dari furniture yang ada, lantai harus terstruktur sehingga mampu memikul beban tersebut dengan aman, dan permukaannya harus kuat untuk menahan semua beban yang berada di atas nya baik civitas manusia ataupun beban mati.

Dinding, adalah elemen arsitektur yang penting untuk setiap bangunan. Secara tradisional, dinding telah berfungsi sebagai struktur pemikul lantai di atas permukaan tanah, langit-langit dan atap.(Francis D.K.Ching, 2002 :176). Dinding adalah elemen utama yang dengannya kita membentuk ruang interior. Bersama dengan bidang lantai dan langit-langit yang pelengkap untuk penutup, dinding mengendalikan ukuran dan bentuk ruang. Dinding juga dapat dilihat sebagai penghalang yang merupakan batas sirkulasi kita, memisahkan satu ruang dengan ruang disebelahnya dan menyediakan privasi visual maupun akustik bagi pemakainya.

Langit-langit (plafond), adalah elemen yang menjadi naungan dalam desain interior, dan menyediakan perlindungan fisik maupun psikologis untuk semua yang ada dibawahnya. Meskipun berada diluar batas jangkauan tangan kita dan tidak digunakan seperti halnya lantai dan dinding, langit-langit memainkan peran visual penting dalam pembentukan ruang interior dan dimensi vertikalnya.

Jendela, merupakan elemen dari desain arsitektur dan interior yang menghubungkan, baik secara visual dan fisik, satu ruang ke ruang lain maupun bagian dalam ruangan dengan ruang luar seperti halaman atau pun view lainnya.

Pintu, dan jalan masuk memungkinkan akses fisik untuk kita sendiri, perabot, dan barang-barang untuk masuk dan keluar bangunan dan dari satu ruang ke ruang lain di dalam bangunan. Melalui desain, konstruksi dan lokasinya, pintu dan jalan masuk dapat mengendalikan penggunaan ruang, pandangan dari satu ruang ke ruang berikutnya dan masuknya cahaya, suara, udara hangat dan udara sejuk.

Tangga dan lorong, tangga merupakan sarana sirkulasi vertikal antara lantai-lantai dari suatu bangunan. Dua kriteria fungsional terpenting dalam pembuatan desain tangga adalah keselamatan dan kemudahan untuk dinaiki dan dituruni.

Perabot, adalah salah satu kategori elemen desain yang pasti selalu ada di hampir semua desain interior. Perabot menjadi perantara antara arsitektur dan manusianya. Menawarkan adanya transisi bentuk dan skala antara ruang interior dan masing-masing individu.

Peralatan lampu, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari system elektrik bangunan, mengubah energi menjadi pencahayaan yang berguna.

Dekorasi atau aksesori dalam desain interior merujuk pada benda-benda yang memberi kekayaan estetika dan keindahan dalam ruang. Aksesori yang dapat menambah kekayaan visual dan rasa pada suatu tatanan interior dapat berupa : alat-alat dan obyek-obyek yang memang berguna, elemen-elemen dan kelengkapan arsitektur, dan benda seni dan tanaman

 

D. Prinsip-prinsip Perancangan Ruang dalam

Dalam perancangan ruang dalam, ada beberapa prinsip yang harus diperhatiakan, diantaranya :

1.Unity and Harmony

Unity dan harmony dapat diwujudkan melalui suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan komposisi yang seimbang yang membentuk suatu ruang yang harmonis dan mampu mewadahi aktivitas penghuni.

2.Keseimbangan

Unsur Keseimbangan yang dimaksudkan merupakan suatu langkah perancangan  dari elemen pembentuk ruang yang membentuk susunan yang harmonis, tidak berat sebelah, dan tidak menonjol hanya pada satu elemen saja, namun semua komponen harus balance/seimbang.

Style keseimbangan terbagi 3 yaitu:

– Keseimbangan Simetris:

Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda. Kondisi pada keseimbangan simetris adalah gaya umum yang sering digunakan untuk mencapai suatu keseimbangan dalam desain.

– Keseimbangan Asimetris:

Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan. Seringkali kita melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena permainan kontras, warna, dsb. Keseimbangan asimetris lebih mungkin untuk menggugah emosi pembaca visual karena ketegangan visual dan yang dihasilkannya. Ketegangan asimetris juga biasa disebut dengan keseimbangan informal

– Keseimbangan Radial:

Adalah ketika semua element desain tersusun dan berpusat di tengah.

  1. Focal Point 

Focal point yang dimaksud merupakan sebuah aksen di dalam ruangan yang mampu menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi pusat perhatian dalam ruangan. hal itu dapat diwujudkan melalui furniture, dinding, maupun elemen-elemen lain yang mampu menjadi aksen focal point.

  1. Ritme 

Ritme dapat didefinisikan sebagai semua pola pengulangan tentang visual.

  1. Detail

Dalam konteks perancangan ruang dalam, detail sangat diperlukan dalam hal penentuan lighting, tata letak furniture, ukuran yang presisi pada suatu furniture maupun elemen additional sehingga dapat menambah estetika dalam ruang.

  1. Skala dan Proporsi

Skala dan Proporsi merupakan bagian yang sangat penting dalam perancangan ruang dalam/interior karena berkaitan dengan dimensi dan bentuk ruang.

Proporsi adalah perbandingan atau ratio antara panjang dengan lebar atau volume atau tinggi dengan lebar yang terdapat dalam ruang atau bidang. Proporsi yang baik dapat menimbulkan suatu kesatuan dan keseimbangan yang menyenangkan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas arsitektur adalah kualitas skala. Skala dalam arsitektur menimbulkan kualitas yang membuat sebuah bangunan terlihat sesuai besarnya bagi kebutuhan pemakai/manusia.  Skala ditentukan bukan hanya oleh aktifitas yang dan dilakukan dalam bangunan itu tetapi juga oleh banyaknya manusia yang ikut dalam kegiatan tersebut. Dalam perancangan ruang dalam, skala manusia menjadi patokan dalam standarisasi ruang. Faktor ergonomi menjadi bagian yang penting dalam perancangan ruang dalam.

  1. Warna

Pengalaman ruang diawali oleh penginderaan atau rangsangan. Salah satu rangsangan tersebut adalah warna. Oleh karena itu, keputusan penerapan warna dalam ruang berpengaruh terhadap kegiatan fisik dan mental. warna akan sangat mempengaruhi kondisi dan suasana ruang. terkadang ruang mencerminkan kepribadian si penghuni, dan secara psikologis, warna sangat berdampak pada emosional penghuni. pemilihan warna-warna tertentu pada setiap ruang didasarkan atas cerminan kepribadian, kesenangan, dan faktor-faktor lain yang berpengaruh.

     8. Pencahayaan

Aspek lighting atau pencahayaan merupakan komponen vital dalam perencanaan ruang dalam, karena memberi pengaruh sangat luas serta menimbulkan efek-efek tertentu. Dengan pengetahuan mengenai cahaya seorang ruang dalam dapat mengembangkan kreativitasnya dalam memberikan kesan-kesan tertentu pada ruang dengan menanggapi efek-efek dan keuntungan-keuntungan lain dari system pencahayaan. Perancangan ruang dalam, terutama yang berfungsi di malam hari tidak ada yang lebih menonjol dan lebih banyak kemungkinan kreativitas yang dapat dicapai selain dari pencahayaan

 

E. KONSEP – KONSEP DESAIN INTERIOR

Konsep Interior merupakan dasar pemikiran si desainer untuk memecahkan permasalahan desain. secara substantif, pencarian konsep adalah tahapan eksplorasi untuk mendapatkan kriteria yang sesuai terhadap ruang-ruang yang ingin dirancang. seiring dengan perkembangan teknologi dan jaman, ada beberapa konsep interior yang berkembang, diantaranya :

  • Rustic

Konsep rustic adalah konsep yang berbasis pada kesadaran lingkungan, dan dideskripsikan sebagai gaya yang menekankan pada unsur alam serta elemen yang belum terfabrikasi. Desain interior rustic juga memiliki esensi berupa desain yang memberikan kesan alami bagi pengguna ruang, dan memberi ilusi memori yang menggambarkan suasana pedesaan yang disebabkan oleh suasana ruang dan material penyusun elemen ruang yang alami, berkarat, memiliki dimensi yang besar, bahkan tidak difinishing sehingga menimbulkan sisi vernakular.  Dengan konsep yang berbasis alam, dengan bahan-bahan berasalah dari alam yang diolah dengan metode 3R ( Reduce, Reuse, Recycle). Pada gaya rustic, material penyusun sering kali tidak di finishing. Untuk menggabungkannya dengan gaya modern, kita bias tidak memfinishingnya, namun merapikannya menjadi elemen yang elegan. Contoh logwood pada rustic biasanya di susun begitu saja demi menciptakan kesan pedesaan yang kental. Kita dapat membentuknya menjadi suatu geometri yang simetris seperti bentuk balok solid, lalu polish sehingga serat tetap terlihat namun kayu menjadi mengkilat seperti hasil pabrikan.

 

  • Klasik

Konsep klasik berasal dari gaya Romawi dan Yunani, Konsep ini lebih mengutamakan susunana, keseimbangan, harmonisasi yang sempurna dan elemen-elemen yang sangat detail. Desain interior yang menggunakan konsep klasik umumnya memiliki banyak focal point tungku api, meja yang besar, lukisan, tangga, serta sebuah ornamen. Sehingga untuk mendukung focal point tersebut furniture-furniture pada ruangan hanya menjadi penunjang focal point tersebut. Kelebihan dari konsep ini adalah tampilan ruangan akan menjadi mewah, elegan dan mengingatkan kita kemasa lampau. Kekurangannya adalah boros dalam menggunakan material sebagai pusat fokusnya.

 

  • Modern Minimalis

Konsep modern minimalis lebih mengutamakan fungsi atau efektivitas serta faktor ekonomis  penggunanya sehingga penggunakan ornamen sangat minim bahkan tidak digunakan sama sekali karena lebih banyak mempermainkan bidang-bidang geometri. Selain itu keterbatasan lahan dan ruangan di perkotaan, serta semakin berubahnya gaya hidup seseorang juga menjadi faktor pendorong munculnya konsep ini. Kelebihan konsep ini adalah  dalam mendesain serta pemilihan materialnya yang bersifat ekonomis. Sedangkan kekurangannya adalah terlihat dari kualitas pengerjaanya, jika pekerjanya kurang ahli dalam teknik finishingnya makan kesan yang akan ditimbulkan akan kurang baik, kurang presisi dan terlihat kasar.

 

  • Futuristik

Konsep futuristik adalah konsep yang didesain perancang dengan mengandalkan imajinasi tentang ruangan yang akan digunakan di masa depan, biasanya material menggunakan bahan logam dan bahan-bahan yang bersifat fabrikan dengan efisiensi dan teknologi tinggi. Kelebihan konsep ini adalah biasanya desain dengan konsep ini akan menciptakan inovasi-inovasi baru  yang berbasis smart technology sehingga desain menjadi lain daripada yang lain dan dapat menjadi  sebuah ikon di lingkungan sekitarnya, Sedangkan kekurangannya adalah biaya yang mahal karena materialnya lebih didominasi oleh bahan logam dan proses finishingnya juga sangat sulit serta harus dilakukan oleh orang yang sudah ahli.

 

  • Ekletik (mixed concept/combo) 

Konsep Eklektik adalah konsep yang menggabungkan dua jenis gaya dalam penataan ruang dalamnya. Biasanya konsep ini dipilih jika arsitek ingin menghasilkan 2 jenis gaya dalam satu ruangan. Kelebihan dari konsep ini desain ruangan tidak terlihat formal dan kaku karena tampilan ruangan tidak hanya berpaku pada satu konsep saja. Selain itu ruangan juga akan terlibat lebih dinamis. Sedangkan kekurangannya adalah jika arsitek tidak tepat dalam mengatur komposisi-komposisi di dalam ruangan maka gaya yang satu dengan gaya yang lainnya akan saling tumpang tindih dan akan menyebabkan suasana ruang kurang enak dipandang dan nilai estetika pada ruang akan berkurang karena keambiguan dari konsep yang dipilih.

 

LAPORAN OBSERVASI FINAL

Obyek : Tijili Hoyel Seminyak

Arsitek : Ridwan Kamil

Owner : Suwargo Aji

Makna dari nama “Tijili” mengacu pada motif tradisional Bali yang melambangkan Dewi Sri, simbol kesuburan dan kemakmuran. Tijili Hotel memiliki lima tipe kamar, tipe yang saya observasi adalah Deluxe twin bed  no. 238 lantai 2 sebelah Timur. Ruangan yang saya gunakan adalah Bedroom & Toilet

DENAH

img002

POTONGAN RUANGAN

PERSPEKTIF

A. BEDROOM

SETTING GEOMETRI

  • Bentuk : Ruangan ini berbentuk persegi panjang dengan tujuan memaksimalkan potensi sudut.
  • Dimensi : p x l x t = 6 x 3 x 3 meter

SETTING MATERIAL

  • Elemen atas : Plafond kamar menggunakan material gipsum yang difinishing cat putih dengan tekstur halus & doff.
  • Elemen bawah : lantai berupa keramik yogyakarta dengan warna dominan putih bertekstur halus dengan finishing coating.
  • Elemen Samping : dinding standar dengan finishing cat putih doff bertekstur halus, namun di bagian belakang kasur ditutupi oleh kain.

SETTING FURNITURE ( p x l x t )

img003.jpg

  • Single bed (x2) : 2 x 120 x 0,5 m
  • Lemari pakaian : 1 x 0,4 x 2 m
  • Meja kabinet : 1 x 0,5 x 0,75 m
  • Cermin geser : 0,8 x 0,1 x 2,5 m
  • Meja : 1,2 x 0,4 x 0,8 m
  • Kursi bulat anyaman : diameter 0,4 x tinggi 0,5
  • TV 32 inch
  • Tempat sampah anyaman : diameter 0,4 x tinggi 0,3 m
  • Meja samping kasur : diameter 0,4 x tinggi o,5
  • Lampu tidur
  • Telepon
  • AC

20170214_105312-copy

Foto kasur & lemari pakaian

20170214_105323-copy

Foto kabinet

20170214_105318-copy

Foto meja, kursi dan cermin geser

20170214_105722

Foto TV & tempat sampah

20170214_105717-copy

Foto AC

SETTING PENCAHAYAAN

Kamar hotel menggunakan 2 jenis pencahayaan yaitu pencahayaan alami dan buatan dimana pencahayaan alami menggunakan cahaya matahari yang dapat memasuki ruangan melalui jendela di sudut ruangan sebelah Timur yang bisa ditutup dengan cermin geser. Sedangkan pencahayaan buatan bersumber dari lampu TL berjumlah 3  buah dengan 2 pemasangan downlight berwarna putih dan 1 berwarna kuning di dekat dinding sebelah Barat dekat dengan AC. Jenis lampu ini cocok digunakan pada ruang tidur dikarenakan tidak menyilaukan.20170214_105818

Foto pencahayaan buatan

SETTING ADDITIONAL ( Feautures and Artwork )

Terdapat vas bunga pada meja dekat jendela dan ornamen kelinci bersama lampu tidur di meja sebelah kasur. Serta terdapat lukisan diatas kabinet.

B. TOILET

SETTING GEOMETRI

  • Bentuk : Ruangan ini berbentuk persegi panjang dengan tujuan memaksimalkan potensi sudut
  • Dimensi : p x l x t = 2,5 x 2 x 3 meter

SETTING MATERIAL

  • Elemen atas : Plafond toiket menggunakan material gipsum yang difinishing cat putih dengan tekstur halus & doff.
  • Elemen bawah : Lantai menggunakan material batu marmer berukuran besar dengan warna krem bertekstur halus
  • Elemen Samping : Dinding toilet menggunakan mayoritas material granit dengan warna abu gelap doff, serta di dinding samping kloset manggunakan material keramik dengan pola hitam putih. Untuk dinding pemisah ruang shower dan kloset digunakan dinding kaca. Lalu untuk dinding batas toilet dengan bedroom menggunakan kaca cermin buram yang berisi motif tijili.

20170214_105454

Foto dinding toilet

SETTING FURNITURE

  • wastafel
  • Meja cermin
  • Kloset
  • Shower
  • Rak tisue toilet
  • Tempat sampah

SETTING PENCAHAYAAN

Toilet hotel menggunakan pencahayaan buatan dengan lampu TL berjumlah 2  buah dengan 2 pemasangan downlight berwarna putih.

20170214_105941

SETTING ADDITIONAL ( Feautures and Artwork )

Di dinding sebelah Timur shower room dibuat lebih tipis sebagai tempat menaruh peralatan mandi seperti sabun dan shampo dengan material dinding dibuat berbeda agar menambah estetika.

20170214_105936